Breaking News :
Beranda / Lintas Bali / UMK Karangasem Naik 15%

UMK Karangasem Naik 15%

UMK Karangasem Naik 15%
Kadisnakertrans Kabupaten Karangasem, I Gusti Nyoman Arya Sulang, SH.

inimetro.com, KARANGASEM - Dewan Pengupahan Kabupaten Karangasem akhirnya menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2014 di Bumi Lahar untuk tahun 2014  sebesar Rp.1.368.275 atau naik 15%  dari besaran UMK sebelumnya  Rp. 1.195.000. Besaran ini  lebih tinggi dari Upah Minimum Propinsi (UMP) sebesar Rp. 1.321.000.

Menurut Kadisnakertrans Kabupaten Karangasem, I Gusti Nyoman Arya Sulang, SH, kenaikan UMK tersebut bertujuan untuk mendorong peran serta pekerja dalam pelaksanan proses produksi dan dalam rangka peningkatan kesejahteraan para pekerja.

Dewan pengupahan Kabupaten Karangasem yang terdiri dari unsur pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja telah melaksanakan survei kebutuhan hidup layak (KHL) di Pasar Amlapura. Dari hasil survei tersebut ditetapkanlah besaran nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL)  rata-rata setiap bulan sebesar Rp. 1.428.390.

Sementara pihak Apindo mengusulkan kenaikannya menjadi sebesar Rp. 1.350.350, dan dari unsur SPSI mengusulkan  Rp. 1.425.000  sedangkan  pihak akademisi mengusulkan angka Rp. 1.375.000. Setelah sidang diskor untuk melakukan koordinasi dan pendekatan teknis akhirnya disepakati angka UMK Kabupaten Karangasem sebesar  Rp. 1.368.275.

Penetapan UMK merupakan amanat aturan perundangan yang di tuangkan dalam Permenaker No. I tahun 1999 yang diubah Permenaker No. 226 tahun 2000, yakni pemeritah bersama unsur terkait wajib menetapkan UMK berdasarkan hasil survei untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Adapun penyebab terjadinya kenaikan upah karena pemberlakuan Permenaker No. 13 tahun 2012  serta mengacu pada UMP sebagai pembanding yang mengarahkan agar UMK lebih tinggi dari UMP yang sekarang sebesar Rp.1.321.000.

Sebelum diputuskan untuk bisa dipatuhi bersama, hasil sidang akan dilaporkan kepada Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH, selanjutnya diusulkan kepada Gubernur Bali untuk dibuatkan rekomendasi agar bisa ditetapkan  sebagai UMK Kabupaten Karangasem tahun 2014 yang akan mulai berlaku per 1 Januari 2014.

Sidang Dewan Pengupahan dipimpin langsung Kadisnakertrans I Gusi Nyoman Arya Sulang, SH  dihadiri anggota dari unsur Bappeda, Apindo,  serikat pekerja, akademisi, statistik  dan anggota lainnya.

Sejumlah pekerja menyambut gembira adanya kesepakatan baru mengenai upah UMK yang ditetapkan tersebut. Menurut salah satu pegawai hotel di Candidasa, I Made Suarka, apa yang diputuskan Dewan Pengupahan agar  tidak hanya di atas kertas saja, tetapi harus mampu memaksa para pengusaha menerapkan aturan itu

“Jika tidak harus berani memberikan sanksi, tidak hanya persuasif saja,”ujarnya. (ryn)

PEDOMAN KOMENTAR

Ruang ini diberikan bagi pengunjung untuk mengomentari berita atau suatu artikel dengan bahasa yang santun, beretika, tidak menghujat maupun menghina serta tidak ada tendensi mendiskredikitkan yang berhubungan dengan suku, agama, ras maupun golongan tertentu.

Segala komentar dari pengunjung adalah menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan, dan sama sekali tidak mewakili sikap redaksi.

Bottom Banner
Ke Atas